Dalam sambutannya, Prof. Reini mengucapkan selamat kepada Dr. Syarif beserta jajarannya yang telah menyelesaikan misinya. Beliau menyampaikan bahwa peneliti dari ITB telah melakukan berbagai penelitian dan pengembangan di berbagai tempat dalam rangka menangani COVID-19 ini. ITB akan terus mendukung dan menunggu inovasi-inovasi lain dari tim yang selama ini telah mengembangkan Vent-I.

Selama COVID-19 ini, Prof. Rina mengaku Unpad telah banyak bekerja sama dengan ITB dalam berbagai penelitian dan pengembangan. Beliau menyampaikan terima kasih karena kolaborasi ini dapat menjadi jalan untuk mewujudkan visi Unpad menjadi kampus yang bermanfaat. Beliau juga bermaksud untuk terus membuka Unpad dalam berkolaborasi bersama ITB untuk terus berkarya. “Bila ITB tidak ke sini, maka Unpad yang akan datang ke ITB.” ujar Prof. Rina.

Penyerahan penghargaan kepada mahasiswa- mahasiswa dan SMK yang terlibat dalam produksi Vent-I : Dokumentasi tim medi Vent-I

Dalam video sambutannya, Destry Damayanti dari Bank Indonesia menyatakan rasa terima kasihnya kepada tim karena bisa menyalurkan program sosial Bank Indonesia melalui Rumah Amal Salman. Una Lindasari dari dari PT BUMA dan Hasan Fauzi selaku direktur pengembangan Bursa Efek Indonesia turut mengucapkan terima kasih karena dengan adanya Vent-I, masing-masing lembaga ini dapat menyalurkan 100 unit ventilator kepada rumah sakit.

Prof. Hermawan selaku ketua Pembina YPM Salman mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan masyarakat atas kepercayaan yang luar biasa terhadap Masjid Salman ITB. Beliau juga mengingatkan bahwa hidup pada dasarnya adalah mengambil risiko dan selama ini tim Vent-I telah melakukan sesuatu yang berisiko. Berisiko karena mereka berhadapan dengan masalah yang besar. Dr. Ridwan Jamaluddin selaku ketua Ikatan Alumni ITB dalam sambutannya menyampaikan bahwa reaksi paling bagus dalam menyikapi masalah ini adalah dengan mengubahnya menjadi peluang.

Tanpa disadari, tim pengembang Vent-I telah berkolaborasi selama lebih dari tiga bulan. Dimulai dari bulan Maret ide mengenai Vent-I dicetuskan, kemudian uji klinis pada Mei, dan dilanjutkan dengan produksi, tim menargetkan untuk memproduksi sebanyak 1.010 unit Vent-I dengan dana yang telah disalurkan masyarakat. Vent-I yang telah disebarkan ke berbagai rumah sakit di Indonesia telah membantu banyak pasien COVID-19 maupun non-COVID. “Semua ini berasal dari rasa rendah hati. Rendah hati bahwa kita miskin, sehingga kita tidak dapat terus membeli dan terpaksa harus mengembangkan sendiri teknologi.” ujar Dr. Syarif. [Arsyad]

Last modified: 11 Agustus 2020

« Previous