News

Vent-I : Teknologi Bambu Runcing, Senjata Strategis Memerangi Covid-19

Serah terima Vent-I kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia menjadi simbolis atas pengakuan Vent-I sebagai salah satu senjata yang akan digunakan dalam memerangi Covid-19.

Usai serah terima Vent-I, Jumat (8/5) Menteri Pertahanan (Menhan) bersama tim Vent-I melakukan kunjungan ke Pusat Rehabilitasi (Pusrehab) Kemhan Rumah Sakit Suyoto. RS Suyoto merupakan salah satu rumah sakit yang siap untuk membantu kampanye nasional sebagai rumah sakit rujukan Covid-19. Saat ini rumah sakit tersebut menampung 16 pasien Covid-19. Adanya Pusrehab Kemhan, kapasitas tampung pasien menjadi 220 orang.Vent-I menjadi salah satu senjata medis yang akan digunakan di Pusrehab Kemhan. Tim Vent-I pada kesempatan tersebut mentraining dokter yang sebagaian besar adalah relawan tentang tata cara pengunaan Vent-I. Selain itu pada hari yang sama juga dilakukan pengiriman Vent-I ke rumah sakit milik Kemhan lainnya yaitu RSPAD Gatot Subroto dan RS Mintoharjo.Vent-I juga dikirimkan ke RS Pertamina Jaya untuk uji klinis.

Dalam pidatonya pada saat menerima penyerahan Vent-I di Kementerian Pertahanan-Jakarta, Selasa (5/5). Menhan Prabowo Subianto menilai Vent-I merupakan karya yang strategis dalam situasi pandemi saat ini. Senjata medis buatan anak negeri ini merupakan alat yang cukup vital dalam memerangi Covid-19. ” Ventilator ini di dunia harganya sedang luar biasa, bisa saya katakan menggila, pada awal-awal bulan pertama harganya 6.000 dolar AS, meningkat 8.000 dolar, sekarang belasan ribu dolar, bahkan kadang tidak tersedia sehingga harus menunggu berbulan-bulan”. Menhan mengaku bangga Indonesia mempunyai patriot seorang teknolog yang mampu produksi alat yang sedang dibutuhkan bukan hanya oleh negara Indonesia tapi juga di dunia dengan kemampuan produksi yang cepat dan harga yang terjangkau. . . . (halaman berikutnya)

Read More →

News

11 Unit Vent-I Siap Uji Klinis di 11 Rumah Sakit

11 Unit Vent-I Siap Uji Klinis di 11 Rumah Sakit di Bandung Raya

Alhamdulillah, setelah melalui serangkaian proses panjang dalam pengembangannya mulai dari uji performance secara internal, kemudian uji fungsi oleh Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Jakarta (BPFK-Jakarta) Kemenkes. Ventilator Indonesia (Vent-I) karya anak bangsa akhirnya memasuki tahap uji klinis, yang artinya Vent-I semakin dekat untuk benar-benar siap digunakan oleh pasien COVID-19.

Kamis, 30 April 2020 kemarin sembilan dari sebelas unit Vent-I telah disalurkan dalam rangka serah terima Vent-I untuk uji klinis di 11 Rumah Sakit yang ada di Bandung Raya. Rumah sakit tersebut diantaranya RS Dr. Hasan Sadikin Bandung, RSUD Kota Bandung, RSKIA Kota Bandung, RSUD Al-Ihsan Bandung, RSUD Cibabat Cimahi, RS Dustira Cimahi, RS Advent Bandung, RS Al Islam Bandung Santosa Hospital Bandung, RS Muhammadiyah Bandung, dan RS Paru Dr. H. A Rotinsulu.

Penyaluran Vent-I untuk uji klinis ini dilaksanakan oleh tim distribusi dari Rumah Amal Salman yang terbagi menjadi dua tim yang menyebar ke sembilan rumah sakit tersebut. Klinisi dari beberapa rumah sakit yang sempat mencoba alat secara langsung saat proses penyaluran mengaku tidak begitu kesulitan dalam mengoperasikannya.

Menurut dr. Reza Widianto Sudjud (Sekretaris PERDATIN Jawa Barat yang juga merupakan Supervisi pada saat uji klinis dan ikut mendampingi dr. Ike Sri Redjeki sebagai koordinator uji klinis Vent-I yang ditunjuk oleh Kemenkes) alasan pemilihan 11 Rumah Sakit tersebut selain karena merupakan rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Jawa Barat, 11 rumah sakit tersebut juga ditunjuk secara langsung oleh Kemenkes.

Read More →

News

Tim FK UNPAD Optimis Vent-I Mampu Menjadi bagian dari Senjata Medis untuk Memerangi Covid-19

Dari beberapa kali mendamping pengujian internal performance Vent-I, penilaian tim medis Fakultas Kedokteran (FK) UNPAD dari sisi prinsip alat untuk keamanan secara medis dinilai sudah baik secara teori. Selanjutnya perlu proses evaluasi oleh badan formal dari Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan izin agar bisa digunakan.

Sebelum akhirnya dinyatakan lolos uji ada beberapa evaluasi berkaitan dengan syarat alat medis, yaitu jangan ada benda-banda tajam, harus tahan karena dipakai berhari-hari (satu pasien bisa sampai 10-14 hari), uji kelistrikan, dan yang tidak kalah penting adalah keberadaan alarm sebagai tanda tiba-tiba oksigen mati misalkan. Semua evaluasi tersebut kemudian sudah diperbaiki. Sebelum prototype dibawa ke Jakarta, pihak tim medis juga telah melakukan uji coba alat oleh dokter untuk merasakan langsung aliran oksigen.

Beberapa parameter medis seperti angka objektif berkaitan dengan tekanan pernapasan, berapa oksigen yang keluar, bagaimana udara ekshalasi atau udara napas keluar sudah dimonitori dalam proses pengujian oleh BPFK-Jakarta.

Read More →

News

VENT-I; BUKTI INOVASI ANAK NEGERI DALAM MASALAH PANDEMI

Selasa, 28 April 2020 Prof. Dr. Ismunandar selaku Deputi Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) berkunjung ke Masjid Salman ITB dalam rangka melihat kesiapan Ventilator Portable Indonesia (Vent-I) yang dikembangkan oleh ITB, UNPAD dan Salman ITB. Vent-I menjadi sebuah kebanggan besar dikarenakan dalam kondisi berbagai pembatasan aktivitas kampus dengan waktu yang singkat Vent-I mampu memenuhi berbagai persyaratan layak uji untuk pasien Covid-19.”

Mengingat saat ini, angka pasien positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 10.118 sehingga diperlukan penanganan yang lebih cepat dan tepat. “Saat berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Tipe Ventilator CPAP yang dikembangkan ITB ini sangat banyak dibutuhkan di lapangan, sehingga kami sangat senang dan mudah – mudahan ini menjadi kontribusi ITB khususnya untuk penanganan pandemi ini.” Ucap Ismunandar.

Selain itu, secara pribadi Ismunandar sangat berbangga dan berharap bahwa penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan teknologi yang dilakukan oleh kampus bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya rumah sakit, serta kedepannya kolaborasi seperti ini tidak hanya berhenti di masa krisis, tetapi tercipta ekosistem inovasi dan kolaborasi antara Universitas, Industri dan Pemerintah serta Vent-I ini menjadi salah satu bukti inovasi anak negeri dalam menyelesaikan masalah pandemi. [Ari]

Read More →

News

Kesan Mahasiswa dan Alumni menjadi Bagian dari Tim Vent-I

Ada kisah lain dibalik pengembangan Vent-I yaitu peran Mahasiswa dan Alumni. Saat ini, semua perguruan tinggi di Indonesia melakukan pembelajaran jarak jauh termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB). Beberapa mahasiswa ITB dilibatkan langsung dalam pembuatan Vent-I, salah satunya mahasiswa dari jurusan Teknik Mesin.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan, mahasiswa jurusan Teknik Mesin yang tidak disebutkan namanya ini berinisiatif atas dasar sukarela untuk ikut dalam proses pembuatan Vent-I, tergabung dalam tim Desain Mekanikal dan Munfaktur dengan pekerjaan utama membuat alat dan beberapa kompenen seperti flow meter.

Dalam pengerjaannya, adik ini berbagi tugas dengan mahasiswa lain dikarenakan jadwal kuliah yang harus diikuti, termasuk tugas kuliah yang harus dituntaskan.

Adik ini tampak begitu bersemangat dalam pengerjaan Vent-I dikarenakan khawatir dengan kondisi pasien COVID-19 di Indonesia yang semakin hari bertambah dan berharap sesegera mungkin dapat menyelesaikan pembuatan Vent-I. “Banyak pelajaran dan pengalaman kerja yang saya dapatkan disini, karena berkumpul dan bekerja sama dengan berbagai multidisplin ilmu tentunya juga dengan dosen, oh iya sebelumnya saya juga sudah minta izin sama orang tua untuk terjun dalam tim Vent-I” ucapnya.

Disamping itu, alumni juga ikut berperan dalam pengembangan Vent-I. Salah satu alumni mahasiswa Desain Produk menjadi ketua tim dalam desain Vent-I ini. Diceritakan dalam pengerjaannya, salah satu tantangan yang dihadapi yaitu bahan dan manufaktur yang harus sesuai dan waktu pengerjaan harus lebih cepat dikarenakan setiap harinya pasien COVID-19 terus bertambah.

“Sekarang ini, desain untuk casing sudah fix. tetapi tidak menutup kemungkinan akan dibuat berbeda kedepannya, karena sedang mengejar waktu dan lebih mengutamakan untuk fungsi dari kerja Vent-I.” Ucapnya.

Selain mahasiswa dan alumni, terdapat pihak – pihak lain yang turut membantu dalam pengerjaan Vent-I. Mari bersama – sama berdoa agar pengerjaan Vent-I berjalan lancar dan segera dapat diproduksi massal. [Ari]

Read More →

News

Harapan Gubernur Jawa Barat untuk Vent-I

Gubernur Jawa Barat melihat proses produksi Vent-I di PT. Dirgantara Indonesia (PTDI)

Jumat, 24 April 2020 Gubernur Jawa Barat; Ridwan Kamil bertemu tim Vent-I di PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk melihat proses produksi Vent-I yang akan diproduksi secara industri oleh PTDI.

Ketika mendengar kabar bahwa Vent-I ini akan diproduksi di PTDI, Ridwan Kamil langsung menghubungi direktur PTDI untuk meninjau langsung proses pengembangan Vent-I. Pihak PTDI kemudian langsung menghubungi Tim Vent-I yang berada di Masjid Salman ITB dan meminta agar membawa contoh alat Vent-I.

Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., bagian kerjasama lembaga tim Vent-I berangkat bersama tim dengan membawa contoh alat Ventilator yang sedang dikembangkan secara manual untuk ditunjukkan kepada Gubernur Jawa Barat.

Pada pertemuan di PTDI tersebut, Ridwan Kamil sangat mengapresiasi dan menaruh harapan besar terhadap Vent-I ini. Karena pemahaman tentang Ventilator yang ada di pasaran adalah Ventilator untuk ICU yang harga per-unitnya dapat mencapai 500-700 juta rupiah. Namun, berbeda dengan Vent-I yang sedang dikembangkan oleh tim ITB, UNPAD dan Masjid Salman ITB, Vent-I ini adalah Ventilator non-invasif untuk membantu pasien COVID-19 yang kesulitan bernapas dan belum masuk tahap kritis agar tidak semakin memburuk kondisinya sehingga tidak harus masuk ke ruang ICU. Begitu kata Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara ketika menjelaskan fungsi alat Vent-I kepada Ridwan Kamil. Di awal produksi akan dibuat sebanyak 200 unit dan PTDI sendiri yakin bisa memproduksi sebanyak 500 unit per minggu.

Ridwan Kamil berharap Vent-I ini dapat mencukupi kebutuhan kota Bandung, mencukupi kebutuhan Provinsi Jawa Barat, mencukupi kebutuhan Indonesia, dan sebarkan untuk kebutuhan seluruh dunia. Selain itu, proses izin produksi akan didukung secara penuh dan tentunya akan memesan Ventilator untuk memenuhi kebutuhan 105 rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Jawa Barat.

“Tim Vent-I ini bekerja secara gotong royong, banyak keahlian yang terlibat. Semua bergerak atas panggilan kemanusiaan. Kami tidak lagi berpikir terkotak-kotak. Kami memiliki niat yang sama yaitu untuk kemanusiaan”, tambah Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara yang cukup optimis bahwa Vent-I mampu memenuhi kebutuhan di lapangan.

Selanjutnya tim Vent-I akan tetap berjalan sesuai rencana awal kegiatan yang sudah dibuat tim. Minggu ini akan produksi awal untuk uji klinis yang bekerjasama dengan dokter ahli anastesi dan terapi intensif untuk diujicobakan langsung ke pasien. Kemudian coba memenuhi kebutuhan terdekat untuk beberapa rumah sakit dari hasil donasi masyarakat. Lalu pada gilirannya akan mentransfer desain tersebut ke industri untuk diproduksi skala besar. [Fajar,Ari,Sinta]

Read More →

News

ALHAMDULILLAH VENT-I SEPENUHNYA LULUS UJI

Setelah melewati serangkaian proses uji produk oleh Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ventilator portabel CPAP, Vent-I dinyatakan telah layak digunakan pada Rabu (21/04) lalu.

Produk hasil kerja sama ITB, UNPAD & YPM Salman tersebut dinyatakan lulus uji untuk semua kriteria sesuai standar SNI IEC 60601-1:204. Standar ini memuat Persyaratan Umum Keselamatan Dasar & Kinerja Esensial dan Rapidly Manufactured CPAP Systems, Document CPAP 001, Specification, MHRA, 2020.

Ventilator tersebut diinisiasi oleh Dr. Syarif Hidayat, Dosen Sekolah Teknik Elektro & Informatika (STEI), didukung oleh beberapa dosen & mahasiswa Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD), serta Desain Produk Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB.

Vent-I adalah alat bantu pernapasan bagi pasien yang masih dapat bernapas sendiri (jika pasien COVID-19 pada gejala klinis tahap 2), bukan untuk pasien ICU. Vent-I dapat digunakan dengan mudah oleh tenaga medis. Alat tersebut memiliki fungsi utama CPAP (Continuous Positive Airway Pressure).

Vent-I dinyatakan aman digunakan sebagai ventilator non-invasive untuk membantu pasien COVID-19. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ir. Hari Tjahjono, MBA., selaku tim Komunikasi Publik dari pengembang Vent-I.

Vent-I dapat segera diproduksi untuk keperluan sosial, dan akan dibagikan gratis kepada rumah sakit yang membutuhkan. “Untuk kebutuhan sosial ini, Vent-I akan diproduksi sekitar 300-500 sesuai dengan jumlah donasi yang masuk ke Rumah Amal Salman. Produksi Tahap I dimulai begitu lulus uji pada 21 April kemarin dan akan diproduksi melalui kerjasama dengan PT DI,” ujar Hari.

Vent-I akan digunakan pada pasien sesuai indikasi medis. Pemakaian ini akan dipantau oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi & Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) di rumah sakit yang telah ditunjuk.

Tim pengembang Vent-I juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, “Ucapan terima kasih secara khusus kami sampaikan kepada para donatur yang telah menyumbangkan dananya untuk pengembangan Vent-I dan bimbingan dari tim BPFK,” ujar Hari.

[Dirangkum dari : www.itb.ac.id]
Read More →

News

Press Release

Lulus Uji dari :
Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Jakarta (BPFK-Jakarta, Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan) Kemenkes.

Dengan lolosnya uji produk ini, Vent-I telah dinyatakan aman untuk digunakan sebagai ventilator non-invasive untuk membantu pasien Covid-19. Vent-I dapat segera diproduksi untuk keperluan sosial, dimana Vent-I akan dibagikan secara cuma-cuma kepada rumah sakit yang membutuhkan. Untuk kebutuhan sosial ini Vent-I akan diproduksi sesuai dengan jumlah donasi yang masuk ke Rumah Amal Salman. Vent-I selanjutnya akan di gunakan pada pasien sesuai indikasi medis, dan akan dikawal pemakaiannya oleh Perhimpunan Ahli Anesthesi dan Intensivis Indonesia (Perdatin) di rumah sakit yang telah ditunjuk.

Untuk keperluan komersial yang melibatkan transaksi jual beli, surat izin edar masih dalam proses pengurusan yang diharapkan akan segera siap dalam beberapa hari kedepan. Kegiatan ini akan dikelola oleh PT Rekacipta Inovasi ITB.

Tim pengembang Vent-I dengan ini mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak, sehingga ventilator pertama produksi anak bangsa ini dapat lolos uji sesuai dengan standard alat kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Ucapan terima kasih secara khusus kami sampaikan kepada para donatur, yang telah menyumbangkan dananya untuk pengembangan Vent-I sejak tahapan ide sampai dengan sekarang. Tanpa dukungan dana dari para donatur, tidak mungkin proyek ini dapat terlaksana.

Ucapan terima kasih yang tak terhingga juga kami sampaikan kepada tim BPFK, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, yang telah bekerja keras dan proaktif dalam memberikan bimbingan teknis dan melakukan proses uji secara profesional, sehingga proses uji dapat dilakukan dalam waktu yang sangat cepat.

Semoga ikhtiar kami untuk mengembangkan ventilator pertama karya anak bangsa ini dapat membantu penanganan pasien Covid-19 dengan lebih baik.

Bandung, 21 April 2020
Tim Pengembang Vent-I
ITB-UNPAD-Salman

Read More →

News

Vent-I Lulus Uji Performance BPFK

Vent-I

Alat CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) Vent-I semakin dekat ke tahap produksi. Pada hari Selasa, 14 April 2020 purwarupa Vent-I menjalani uji performansi di kantor Badan Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK), Jakarta.

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, seluruh fungsi alat untuk membantu pernafasan berjalan dengan baik sesuai parameter yang diminta. Tekanan yang terukur stabil sesuai dengan hasil kalibrasi sebelumnya di Bandung. Dalam tahapan sebelumnya di Bandung, telah dilakukan pengujian internal yang menghasilkan parameter tekanan, aliran dan fraksi oksigen yang diharapkan. Selanjutnya, prototipe Vent-I akan melalui uji endurance selama 12 jam untuk melihat perbaikan minor apa yang perlu dilakukan, disamping uji keamanan elektrik. Tahap pengujian terakhir bagi alat ini nantinya adalah uji medis.

Sementara itu, Tim Manajemen Produksi mulai bekerja menyusun BoM (Bill of Material), prosedur kerja dan petunjuk penggunaan alat. “Proses produksi manual dan persiapan pabrikasi telah dimulai. Kami menunggu secara resmi alat ini diterima (dinyatakan layak pakai–red.) oleh pemerintah. Sebab kami sangat ingin segera menyerahkan produk ini kepada yang memerlukan,” ujar Dr. Syarif Hidayat selaku pimpinan tim Vent-I. [sinta & ari]

Read More →

News

Kapan Lolos Uji?

Banyak yang menanyakan ke saya kapan Vent-I lolos uji dari BPFK (Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan), Kementrian Kesehatan? Mereka tidak saja para donatur yang sudah mentransfer dananya, tapi ada pula calon donatur yang ingin segera mentransfer dananya setelah Vent-I lolos uji. Semuanya ingin Vent-I segera lolos uji BPFK dan diproduksi massal, karena korban meninggal akibat Covid-19 semakin hari semakin bertambah. Kalau Vent-I segera lolos uji dan dan diproduksi, siapa tahu bisa membantu mengurangi angka kematian yang terus bertambah ini…

Tentu saja tim Vent-I pun punya keinginan yang sama. Tim dokter yang terlibat dalam pengembangan Vent-I pun ingin segera memakai alat ini, karena kebutuhan di lapangan memang sudah sangat mendesak. Tetapi karena alat ini menyangkut nyawa manusia, keadaan sedarurat apapun tidak dapat dijadikan alasan untuk mem-by pass prosedur uji. Proses uji harus dilakukan dengan tertib, agar tidak menimbulkan masalah yang tidak perlu.

Menyaksikan proses uji di BPFK kemarin membuat tim Vent-I deg-degan. Karena status PSBB, hanya 2 orang anggota tim yang ikut proses uji. Anggota yang lain hanya bisa mengikuti proses uji secara remote lewat aplikasi virtual meeting. Tidak semua dialog selama proses uji yang dapat diikuti dengan jelas semakin membuat anggota tim deg-degan. Akankah Vent-I lolos uji?

Syukur alhamdulillah hasil uji kemarin berhasil dengan cukup baik. Terima kasih kepada tim BPFK yang telah melakukan proses uji dengan baik. Fungsi ventilator CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) berjalan dengan baik. Semua parameter yang diukur juga menghasilkan angka yang konsisten sesuai dengan spesifikasi disain. Laju aliran udara, laju aliran oksigen, laju aliran campuran, tekanan campuran dan kadar oksigen semuanya terukur secara konsisten sesuai dengan disain. Syukur alhamdulillah, kerja keras tim siang dan malam selama beberapa minggu terakhir berbuah manis. Harapan agar Vent-I segera lolos uji semakin membuncah…

Apakah dengan demikian Vent-I otomatis lolos uji?

Read More →