News

Bersama Kesulitan, Selalu Ada Kemudahan

“Ya Allah sungguh kami lemah tanpa kekuatanmu. Kami tidak berdaya tanpa pertolongan Mu”, demikian doa yg diucapkan oleh Dr. Syarif Hidayat ketika memimpin upacara kecil pelepasan tim Uji Ventilator Ke Jakarta tepat pukul 10.00 tadi pagi.
Semua tim Ventilator yg hadir terharu, senang dan bangga melepas tim Vent-I, Ventilator Portabel Indonesia, yg dipimpin oleh Dr. Sandro Mihradi. Hanya 2 orang anggota tim yg dibolehkan berangkat ke Jakarta karena hrs mengikuti ketentuan PSPB jika ingin masuk Jakarta, ditambah driver.
Ini adalah salah satu puncak perjuangan dan ikhtiar tim Vent-I yg sudah hampir 3 minggu secara marathon dari mulai pukul 08.00 sd 00.00 membuat prototype ventilator CPAP. Ada lebih 20 orang mhs, teknisi dipimpin oleh para doktor dan professor yang setiap hari merancang dan menyempurnakan CPAP ventilator ini.
Sejak td shubuh seluruh tim sudah mulai bekerja untuk setting final sebelum di test ulang internal dan di bawa ke Jakarta. Semua bahu membahu dan bergotongroyong mensetting ventilator secepatnya.
Rasa lelah, ngantuk dan capai hilang ketika Vent-I di gotong dari lantai 2 Ruang produksi GSS menuju mobil. Prototype ini sdh beberapa kali di bongkar pasang untuk mendapatkan seri terbaru yg sesuai dengan standard yg ditetapkan oleh BPFK Kemenkes RI. Semua kriteria harus lolos baik volume udara, volume oksigen, tekanan udara plus oksigen dan kelembaban. Tidak mudah memenuhi kriteria lolos uji BPFK Kemenkes karena sejak awal hrs yakin bahwa semua komponen yg dipakai tersedia untuk produksi massal. Semua part mudah diperoleh di daerah tetapi lolos uji Kemenkes. Kalau hanya membuat 1-2 CPAP ventilator itu mudah. Tapi bisa diproduksi secara massal itu lain cerita.
Kemudian untuk uji kinerja harus dilakukan di kantor BPFK Kemenkes di Jakarta. Ini juga tidak mudah. Saat ini, Jakarta merupakan episentrum atau pusat Penularan Covid19 di Indonesia. Jumlah penderita terbanyak Covid19 ya di Jakarta. Hari ini ada 4500 penderita Covid di Indonesia, hampir separuhnya ada di Jakarta. Korban jiwa yg meninggalpun terbesar juga di Jakarta. Sehingga bepergian ke Jakarta hari ini tidak saja berbahaya tetapi menantang maut.

Read More →

News

Ventilator Karya Anak Bangsa Siap Diproduksi Massal untuk Bantu Pasien Corona

Dosen ITB ini tidak terkena Covid-19, tapi mengisolasi diri di Masjid Salman, ITB, Bandung.

Di situ sang dosen merenung: bagaimana bisa membantu penderita Covid-19. Sesuai dengan keahliannya.

Maka terciptalah ventilator made in Indonesia. Namanya: Vent-I.

Inilah alat kesehatan yang sangat diperlukan saat ini –di samping alat pelindung diri (APD). Sampai-sampai Presiden Donald Trump bertengkar dengan para gubernur di Amerika. Ya gara-gara semua rumah sakit kekurangan ventilator.

Akhirnya Trump menggunakan UU pertahanan: minta pabrik mobil Ford, GM, dan pabrik turbin GE memproduksi ventilator.

Itu pun sulit sekali.

Jumlah yang meninggal akibat Covid-19 di Amerika terus membumbung. Sampai kontainer berpendingin dijajar di halaman rumah sakit di New York: dijadikan kamar mayat tambahan.

Itu pula yang dibayangkan Dr. Ir. Syarif Hidayat –dosen ITB yang lagi lockdown di Masjid Salman itu.

(lebih…)
Read More →

News

Ventilator Karya ITB, Unpad, dan YPM Salman Lolos Uji Kemenkes

Yang ditunggu akhirnya segera hadir. Ventilator portabel CPAP, Vent-I karya anak bangsa siap diproduksi massal untuk membantu pasien corona.
Ventilator ini merupakan hasil kerja sama antara Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD) dan YPM Salman.
Seperti disampaikan dalam siaran pers ITB, Rabu (22/4), ventilator itu dinyatakan lolos uji untuk semua kriteria uji sesuai dengan standard SNI IEC 60601-1:204: Persyaratan Umum Keselamatan Dasar dan Kinerja Esensial dan Rapidly Manufactured CPAP Systems, Document CPAP 001, Specification, MHRA, 2020.
Ventilator ini juga sudah melewati proses uji produk yang menyeluruh oleh Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan dinyatakan lolos uji pada tanggal 21 April 2020.

(lebih…)
Read More →